Jakarta(ANTARA) - Dokter spesialis anak dan konselor laktasi dr. Jeanne-Roos Tikoalu, Sp.A, IBCLC, CIMI menjelaskan bahwa ibu hamil harus mendapatkan pengetahuan mengenai ASI dengan mengikuti anjuran tujuh kali kontak dengan tenaga kesehatan atau konselor laktasi mulai dari sebelum hingga setelah masa persalinan. Baca juga: IDAI minta

Sukmawati Mahasiswi Prodi BKI IAIN Parepare Bimbingan dan konseling sangat dibutuhkan masyarakat karena populasi yang beragam dan sejumlah tipe serta ciri problem manusia yang makin meluas, Profesi bimbingan dan konseling merupakan profesi yang unik dan khas karena berbeda dengan profesi yang lain, sejalan dengan dinamika kehidupan, kebutuhan akan bimbingan konseling saat ini sedang dikembangkan pula pelaynan bimbingan dan konseling dalam setting yang lebih luas, seperti dalam keluarga, keagamaan, pra nikah, pernikahan,lingkungan dan lainnya. Bimbingan dan konseling merupakan dua istilah yang sering dirangkaikan bagaikan kata majemuk, hal ini mengisyaratkan bahwa kegiatan bimbingan kadang-kadang dilajutkan dengan kegiatan konseling. Beberapa ahli mengatakan bahwa konseling merupakan inti atau jantung hati dari kegiatan bimbingan, banyak ahli berusaha merumuskan pengertian bimbingan dan konseling. Peranan bimbingan dan konseling semakin penting di sekolah terutama untuk mengatasi kesulitan belajar siswa, hampir dapat dipastikan bahwa dalam satu sekolah akan ditemukan murid yang memiliki masalah kesulitan belajar. Siswa yang mengalami kesulitan belajar tersebut harus diarahkan dan diberi motivasi dalam bentuk bimbingan konseling. Untuk menyelenggarakan layanan ini dengan baik, salah satu isyarat yang harus diketahui adalah memahami hakikat bimbingan dan konseling itu sendiri. Bimbingan dapat diartikan dalam suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan. Supaya individu tersebut dapat memahami dirinya sendiri, sehinggah dia sanggup mengarahkan dirinya dan dapat bertindak sewajarnya sesuai dengan tuntutan sesuai dengan keadaan lingkungan masyarakat, keluarga, sekolah, serta kehidupan pada umumnya. Bimbingan dapat juga diartikan sebagai suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dari konselor kepada klien agar tercapai kemandirian dalam pemahaman diri, penerimaan diri, pengarahan diri dan perwujudan diri dalam mencapai tingkat perkembangan yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungan. Kata konseling dalam bahasa Indonesia diartikan dengan penyuluhan, yaitu bagian dari bimbingan, baik sebagai layanan maupun teknik. Jadi mengenai dengan siswa yang mulai malas belajar seperti sekrang ini sangat perlu dilakukan bimbingan konseling dengan teori behavioral agar siswa tersebut dapat mengubah tingkah lakunya sehingga menjadi lebih baik. Konseling dengan menggunakan teori behavioral merupakan teori konseling yang efektif untuk melakukan modifikasin tingkah laku, yaitu menekankan tingkah laku maladaptif dan tingkah laku adaftif. Evaluasi mengenai keberhasilan konseling behavioral dalam menangani kasus kemalasan belajar, kecanduan alkohol di ungkapkan juga melalui analisis, konselor juga dapat menyesuaikan teknik konseling untuk menekankan tingkah laku. Konseling behavioral juga tidak memandirikan klien melainkan konseling behavioral menuntut konselor untuk terlibat aktif dan menggunkan pengetahuan ilmiah untuk menemukan persoalan individu, konselor dalam konseling behavioral mendiagnosa tingkah laku maladaftif dan menentukan prosedur penanganan yang cocok dengan masalah klien, dan konselor menentukan cara-cara yang digunakan untuk klien dakam usaha mengubah tingkah laku. Keterlibatan konselor dalam sebuah proses konseling yang aktif serta tidak melibatkan klien secara aktif dapat berdiri secara mandiri, klien harus mengikuti setgiap arahan dari konselor dan tingkah laku klien harus dikontrol oleh konselor agar mencapai tujuan konseling. Klien mungkin berhasil mengubah tingkah lakunya dalam sebuah proses konseling, akan tetapi terdapat kemungkinan bahwa klien tidak memahami siklus pemecahan masalah yang seharusnya ia pahami. Membantu klien tumbuh agar belajar cara pemecahan masalah yang lebih baik diemudian hari saat mereka menghadapi masalah merupakan hal yang penting dilakukan dalam sebuah proses konseling. Pendekatan behavioral yaitu menaruh perhatian pada perubahan perilaku, Apabila ditelusuri, perkembangannya sudah sejak 1960-an konseling behavioral memberikan implikasi pada teknik dan stratefi konseling dan dapat diintegrasikan dengan pendekatan lain. Menurut George dan Chistiani, konseling behavioral berpangkal pada keyakinan tentang martabat manusia, yaitu sebagian dari falsafah hidup dan sebagian lagi bercorak psikologi, rincian pendapatnya sebagai yaitu, Manusia tidak berakhlak baik atau buruk, bagus atau jelek, manusia memiliki potensi untuk bertingkah laku baik atau buruk, tepat atau salah. Tujuan konseling behavioral adalah untuk mengubah perilaku salah dalam penyesuaian dengan cara-cara memperkuat prilaku yang diharapkan dan meniadakan prilaku yang tidak diharapkan, serta membantu menemukan cara-cara berperilaku tepat. Berdasarkan bekal pembawaan dan interaksi dengan lingkungan maka terbentuk aneka pola prilaku yang menjadi ciri khas pada kepribadian individu, manusia mampu untuk berefleksi atas tingkah lakunya sendiri, memahami apa yang dilakukannya, dan mengatur serta mengatur serta mengontrol perilakunya sendiri. Manusia mampu untuk memperoleh dan membentuk sendiri suatu pola tingkah laku yang baru melalui suatu proses belajar, bila pola yang lama dibentuk melalui belajar, maka pola tersebut dapat diganti melalui usaha belajar yang baru. Konseling behavioral dilakukan dengan menggunakan prosedur yang bervariasi dan sistematis yang disengaja secara khusus untuk mengubah prilaku dalam batas-batas tujuan yang disusun secara bersama-sama. Krumboltz & Thoresen menempatkan prosedur belajar dalam empat kategori, yaitu sebagai berikut 1. Belajar Operan Operant Learning adalah belajar didasarkan atas perlunya pemberian ganjaran reinforment untuk menghasilkan perubahan prilaku yang diinginkan. 2. Belajar Mencontoh Imitatif Learning, yaitu cara dalam memberikan respon baru dengan cara menunjukkan atau mengerjakan model-model prilaku yang diinginkan sehingga dapat dilakukan konseli. 3. Belajar Kognitif Cognitive Learning, yaitu cara belajar memelihara respon yang diharapkan dan boleh mengadaptasi perilaku yang lebih baik melalui instruksi sederhana. 4. Belajar Emosi Emotional Learning, yaitu cara-cara yang digunakan untuk mengamati respon-respon emosional konseli yang tidak diterima menjadi respon emosional yang dapat diterima sesuai dengan konteks classical conditioning. Lalu penerapan dalam masyarakat yaitu mengembangkan kehangatan, empati dan hubungan suport, serta memberi kesempatan pada klien karena kerjasama positif pada klien, Jadi itulah sedikit uraian tentang pentingya bimbingan konseling dalam masyarakat dengan pendekatan teori behavioral. Selanjutnya saat ini saya sedang dalam penelitian yang berjudul “Peranan penyuluh agama islam dalam membentuk akhlak remaja di Kelurahan Bukit Harapan Kota Parepare”. Remaja adalah harapan bangsa, di pundaknyalah segala cita-cita bangsa untuk dapat mengatur dan memperbaiki kehidupan dunia ini. Hal ini merupakan salah satu maksud diciptakannya manusia oleh Allah Swt. Salah satu faktor yang harus ditanamkan untuk bisa mencapai hal tersebut adalah masalah pembinaan akhlak remaja yang akan ditopang dengan Penyuluh Agama Islam dalam hal ini akan menunjang kehidupannya di dunia ini. Salah satu penyebab timbulnya krisis akhlakul karimah yang terjadi saat ini dikarenakan orang sudah mulai kurang peduli dengan ajaran-ajaran agama, khususnya remaja yang identik dengan kehidupan bebas. Hal ini ditandai dengan beredarnya pola kehidupan yang bebas di Indonesia. Sikap mementingkan diri sendiri, egois, serta semakin pudarnya nilai sopan santun yang semakin menghinggapi dalam diri manusia dan remaja pada khususnya. Persoalan remaja adalah persoalan yang sangat hangat dan menarik untuk diperbincangkan, karena remaja merupakan masa peralihan, di mana seseorang meninggalkan usia anak-anak yang penuh dengan ketergantungan kepada kedua orang tua, remaja pada hakikatnya sedang sibuk berjuang dalam menghadapi kehidupan lingkungan yang begitu kurang serasi, yang penuh dengan kontradiksi dan ketidak stabilan, yang akan sangat mudah jatuh kepada kesengsaraan batin hidup, penuh kecemasan, ketidak pastian dan kebingungan. Penyuluh Agama Islam sebagai salah satu bentuk bimbingan,karena itu penyuluh hidup di tengah-tengah masyarakat adalah merupakan figur yang ditokohkan, pemuka agama, tempat untuk bertanya, imam dalam masjid atau musholah, begitu pula dengan adanya aliran keagamaan hendaknya penyuluh agamadapat menjernihkan, tidak menambah keruh suasana dan berpedoman kepada Al-quran dan Al-Hadist. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 1. Bimbingan Agama Religious Guidance Teori ini untuk mengetahui bagaimana penyuluh agama dapat memberikan bimbingan agama kepada anak remaja di kelurahan bukit harapan. Bimbingan Agamareligious guidance adalah bimbingan dalam rangka membantu pemecahan problem seseorang dalam kaitanya dengan masalah-masalah keagamaan, melalui keimanan menurut agamanya. Dengan menggunakan pendekatan keagamaan dalam konseling tersebut, klien dapat diberi insting kesadaran terhadap adanya hubungan sebab akibat dalam rangkaian problem yang dialaminya dalam pribadinya yang di hubungkan dengan keimananya yang mungkin pada saat itu telah lenyap dari dalam jiwan klien. Teori peran adalah sebuah teori yang digunakan dalam dunia sosiologi, psikologi dan antropologi yang merupakan perpaduan berbagai teori, orientasi maupun disiplin ilmu. Teori peran berbicara tentang istilah “peran” yang biasa digunakan dalam dunia teater, dimana seorang aktor dala teater harus bermainsebagai tokoh tertentu dan dalam posisinya sebagai tokoh itu ia diharapkan untuk berprilaku secara tertentu. Posisi seorang aktor dalam teater dinalogikan dengan posisi seseorang dalam masyarakat, dan keduanya memiliki kesamaan posisi.
Keberadaanseorang konselor dibutuhkan pada salah satu keadaan diatas. Bahkan jikalau Sobat mengalami lebih dari satu keadaan diatas, pertolongan konselor akan lebih dibutuhkan lagi. We hope things don't get that bad, don't we? But if they do - well, sometimes it's unavoidable - you always have Konselor Pintar to help you sort things out.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kita seringkali melihat atau merasakan sendiri menjadi seseorang yang berada dalam kesulitan atau situasi yang memerlukan bantuan. Berusaha menyelesaikan permasalahan yang begitu berat dengan seorang diri tanpa melibatkan orang lain, atau orang yang profesional. Apakah hal tersebut salah? tentu tidak, kita memang dituntut untuk memutuskan langkah apa yang di ambil untuk menyelesaikan masalah yang dilalui. Namun, tidak jarang juga ada orang yang tidak dapat menemukan langkah apa yang harus diambil untuk menyelesaikan masalah itu. Sehingga muncul kebingungan sendiri dalam menyelesaikannya. Di sinilah tugas dari seorang konselor itu, Membantu seseorang dalam menemukan titik terang, atau langkah apa yang tepat untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Tapi tau ga sih kapan waktu yang tepat untuk kita datang ke konselor? Nyatanya banyak orang yang masih kebingungan kapan harus pergi ke konselor? gimana ya caranya pergi ke konselor? atau bahkan pemikiran seperti berapa ya biaya pergi ke konselor? nah, kalo itu yang terlintas di pikiran kalian saat memiliki rencana untuk konseling artikel ini akan membantu kalian menjawab pertanyaan pertanyaan yang selama ini menghantui kalian sampai terus terusan mengurungkan diri untuk pergi ke konselor. Mari kita bahas satu persatu, kita mulai dengan pertanyaan kapan sih waktu yang tepat untuk kita pergi ke konselor? Kita lihat dulu apa nih tujuan dari konseling itu sendiri. Konseling merupakan proses layanan yang bekerja secara dinamis kearah yang lebih baik untuk membantu konseli/ individu menyelesaikan permasalahannya secara mandiri. Nah kalo dibaca berarti kan konselor ini membantu konseli atau individu yang tidak dapat menyelesaikan permasalahannya secara mandiri. Jadi kalau kamu memiliki masalah yang tidak dapat kamu atasi secara mandiri itu merupakan saat yang tepat untuk meminta bantuan orang yang profesional, karena konselor akan membantu memberikan arahan arahan itu melalui berbagai banyak sudut pandang dan kemampuan yang konselor peroleh saat menempuh pendidikannya .Datanglah pada konselor saat kamu tidak dapat mengatasi permasalahan yang kamu miliki, jangan sampai kamu memendam permasalahan itu sendiri, karena masalah akan terus semakin bercabang dan semakin merugikan diri sendiri apabila kamu tidak dapat mengatasinya dengan langkah yang terbaik. Jadi jika kamu memiliki permasalahan yang sudah saya jelaskan, tidak perlu menunda lagi dan carilah konselor kepercayaanmu. Untuk anak yang masih berada di jenjang pendidikan, bisa datang kepada konselor pendidikan yaitu guru BK. Karena datang ke guru BK bukan hanya kepada siswa yang terlihat nakal atau bermasalah, namun guru BK juga dapat memberi layanan kepada siswa yang memiliki masalah pribadi yang tidak dapat diselesaikan secara mandiri. Dan selanjutnya apabila sudah memutuskan untuk menemui konselor gimana sih caranya atau tata cara seperti apa nanti saat melakukan konseling karena memang di negara kita sendiri pergi konseling atau pergi ke guru BK dianggap sebagai orang yang bermasalah, sebenarnya memang memiliki masalah namun konotasinya tidak negatif. Tata cara pertama adalah temukan konselor terlebih dahulu, diera digital seperti ini konselor dapat dicari secara online namun harus diperhatikan juga ke legalitasan konselor tersebut. Ada konselor yang membuka praktik secara umum untuk masyarakat, ada juga yang bekerja kepada lembaga lembaga tertentu seperti lembaga kesehatan juga lembaga pendidikan. Temukan terlebih dahulu konselor yang kamu rasa akan kamu percayai untuk mengatasi permasalahanmu. Jika kamu sudah menemukan konselor yang akan kamu temui, kamu bisa membuat janji dengan konselor tersebut dan menanyakan tata cara konseling kepada konselor anda. Lalu jika sudah menentukan waktu untuk konseling, kamu bisa datang ke tempat praktik atau tempat yang sudah menjadi perjanjian kamu dengan konselor di awal. Kemudian konselor akan membimbingmu dalam konseli dan kamu dapat bercerita senyaman yang kamu mau. Untuk durasinya tergantung kepada kesibukan konselor, biasanya konselor akan menginformasikan berapa menit durasi konseling yang akan berlangsung, jika kamu sudah cukup bercerita, kamu bisa berhenti ditengah konseling, konselor hanya akan membimbing kamu menemukan jalan keluar untuk permasalahanmu, harus diingat bahwa dalam konseling semua keputusan berada di tangan konseli. Selanjutnya pertanyaan untuk biaya konseling itu berapa? Biaya konseling tergantung kepada konselor yang kamu gunakan layanannya. Jika itu konselor pendidikan atau guru BK, maka biayanya gratis karena hal tersebut merupakan fasilitas yang memang diberikan lembaga pendidikan untuk peserta didik. Di layanan kesehatan, biasanya sudah menjadi satu dengan layanan pemeriksaan, kamu bisa gunakan bpjs untuk mendapatkan biaya gratis. Jika kepada praktik konseling yang dibuka pribadi biayanya tergantung kepada konselor itu sendiri, maka kamu bisa menanyakan dulu saat menghubungi konselor itu. nah, sekarang sudah terjawab kan kapan kita perlu ke konselor? jadi kalo udah merasa kamu ga bisa menemukan jalan keluar untuk masalahmu sendiri, jangan menunda lagi untuk mencari bantuan. karena kesehatan mental juga sama pentingnya dengan kesehatan fisik Lihat Sosbud Selengkapnya Jadi kalau memang dibutuhkan untuk konseling, sebaiknya para pendengar kita juga tidak ragu untuk mendatangi seorang konselor. Terima kasih banyak untuk perbincangan ini, Pak Paul. GS : Para pendengar sekalian, terima kasih Anda telah mengikuti perbincangan kami dengan Bp. Pdt. Dr. Paul Gunadi dalam acara TELAGA (Tegur Sapa Gembala Keluarga).

Perubahan sosial yang amat cepat dan makin kompleksnya keadaan masyarakat dewasa ini telah terjadi di seluruh belahan dunia. Perubahan itu melahirkan diferensiasi dan situasi global yang berbeda. Masyarakat industri yang tiap hari disibukkan dengan rutinitas pekerjaan dan kariernya. Bekerja di bawah tekanan dan kecemasan akan kesuksesan dalam kariernya. Bahkan banyak diantara mereka yang melupakan bahwasanya di rumah mereka mempunyai anak-anak dan keluarga yang membutuhkan perhatian lebih dan kasih sayang. Kecenderungan kriminalitas meningkat dan kenakalan remaja serta perbuatan-perbuatan yang melampaui norma-norma sosial semakin subur. Kehadiran konselor sepertinya menjawab tantangan zaman dan seiring dengan pesatnya kemajuan pasar global. Kantor berita online, menulis dan menempatkan konselor dalam 10 besar profesi yang sangat dibutuhkan di dalam masyarakat saat ini. Alasannya dikemukakan bahwa tekanan hidup yang semakin meningkat membuat banyak orang menderita stres dan mengalami kecemasan berlebihan. Karena itu, tenaga konselor merupakan profesi yang dibutuhkan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai permasalahan kehidupan di zaman globalisasi seperti saat sekarang ini. Seorang calon konselor yang hanya cukup puas dengan kemampuan dan keahlian serta kompetensi yang sudah dikuasai secara benar dibangku perkuliahan saja tanpa membekali dengan kemampuan skill lain. Hal ini, jelas akan menjadi pertanyaan besar, “apakah bisa menembus ketatnya persaingan dunia profesi di pasar global?”. Sementara dunia globalisasi menuntut pekerja profesional yang handal. Oleh karena itu, untuk dapat bersaing di pasar global konselor memang diharapkan untuk selalu mengembangkan kemampuan profesionalnya dibidang konseling. Arah pengembangan profesional konselor hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan pasar global, hingga tenaga konselor dapat membantu masyarakat industri keluar dari berbagai permasalahan yang dihadapinya. Pada akhirnya profesi konselor makin dipercayai di tengah masyarakat dengan keprofesionalan tenaga pelaksananya. To read the full-text of this research, you can request a copy directly from the author.... The results of this study indicate that guidance and counseling services in schools are still dominated by the handling of visible behavior change, which slightly overrides the cognitive and affective domains Baskin & Slaten, 2014. Normatively this is in line with the performance expectations of counselors as desired by principals and other school management Kartadinata, 2011;Kushendar et al., 2018;Suryahadikusumah, 2016;Yusri, 2013, but this trend is somewhat worrying because it might trigger misunderstandings, they were related to Indonesian guidance and counseling, which only focuses on specific problems, as school police and various other misconceptions are getting stronger Kravia & Pagliano, 2016;Prayitno, 2007. More complicated efforts are needed so that the stigma of guidance and counseling services that only focus on handling problems can change by optimizing individual development Suherman, 2018;Sutoyo et al., 2017 to gain more public trust from the community. ...The purpose of this study is to reveal data on the trend of research publications on guidance and counseling services and their implications for the development of research and guidance and counseling services in the future. The method used is the bibliographical analysis by taking data from the Google Scholar database as the most popular indexer in Indonesia. The results found 962 publications of research results on guidance and counseling services. The most productive place for publication in producing research on guidance and counseling services is “Jurnal BK UNESA” with a total of 28 articles. The “Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia” is most impact journal with H-Index 24. The publication of Kadek Suhardita’s research results is the most referenced document with 95 citations, and Bahruddin Al Habsy is the researcher for guidance and counseling services with the most citations with a total of 163 citations. Counseling with models and techniques from the behavioristic approach is the most familiar among Indonesian researchers with 70 publications. The findings in the article mapping show that it is still possible for contextualization and integration between western counseling theory, especially developmental counseling within the scope and study of Indonesian culture, to be local wisdom, cultural perceptions to integrate with religious values especially Islam as the majority religion. In addition, it is strongly encouraged to collaborate with researchers across institutions, cultures, and religious values because the results of this research map show that researchers are still working partially in their respective institutions, cultures, and religions.... Standar kompetensi, merupakan ukuran kemampuan minimal yang mencakup kemampuan, pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus diketahui, dicapai dan mahir dilakukan oleh tenaga konselor. Kompetensi konselor sebagai agen pelayanan bimbingan konseling, yang dinyatakan dalam peraturan pemerintah No 19 tahun 2005 pasal 28 ayat 3 yaitu kompetensi sebagai agen pelayanan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini yang meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan kompetensi sosial Fadhila Yusri, 2013 Pendidikan konselor merupakan salah satu cara untuk mengembangkan kompetensi bagi para calon konselor. Dalam hal ini perguruan tinggi penyelenggara pendidikan bimbingan konseling memiliki peran penting. ...Happy Karlina MarjoDarojaturroofi'ah SodiqThe purpose of this study was to describe the ethics and competence of counselors as professionals in providing guidance and counseling services. The research method used is a systematic literature study. This systematic literature review contains explanations and descriptions of theories, findings and research materials obtained from databases of national and international journal providers through the Google Scholar platform, and then analyzed descriptively. The result of this research is that ethics and competencies must be possessed by a counselor as the basis for the profession he adheres to. Counselor education is one way to develop competencies for prospective counselors. The competence of the counselor as an agent for counseling guidance services is stated in government regulation No. 19 of 2005 article 28 paragraph 3, namely competence as a service agent at the level of primary and secondary education and early childhood education which includes pedagogic competence, personality, professional and social competence. Professional counselors must have a strong determination to be able to help others and have a positive nature to be able to view the counselee as a human being who has different values, religious teachings, cultures and backgrounds.... Therefore, the presence of a professional counselor is a necessity and an important point in the world of education. Lau et al 2019 dan Yusri 2013 placing the school counselor profession into the top 10 professions that are needed in today's globalization era. The need for the counselor profession itself raises its own opportunities as well as challenges in the current era of globalization. ... Citra Tectona SuryawatiAgus Tri SusiloRibut PurwaningrumAsrowi AsrowiThe rapid development of the era requires guidance and counseling teachers to be more creative in providing services. The purpose of this study is to determine the level of 21st century skills based on the Internet of Things IoT based on categorization. The sample of this study was 53 people consisting of school counselors in Sukoharjo and students of professional education and counselling teachers at one university. The method used is a one-shot case study. The results showed that the average 21st century counsellor's skills of were in the 'medium' category. This can be interpreted that the skills of 21st century counsellor when participating in IoT-based skills development workshops have good criteria. However, it is possible that there is a need to improve skills again so that the quality of guidance and counselling services is getting better and more dan Konseling dalam Berbagai Latar KehidupanAchmad Juntika NurihsanAchmad Juntika Nurihsan. 2007. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung Refika dan Konseling. Bandung Pustaka SetiaAnas SalahudinAnas Salahudin. 2010. Bimbingan dan Konseling. Bandung Pustaka Pemikiran Pengembangan Profesi KonselorPrayitnoPrayitno. 2008. Arah Pemikiran Pengembangan Profesi Konselor. Padang UNP dan Tantangan BK Profesional Proposisi Historik-FuturistikTema Perspektif Baru Profesi Konseling di Era GlobalL RobertH Gibson Dan MarianneMitchellRobert L. Gibson dan Marianne H. Mitchell. 2011. Bimbingan Konseling. Jakarta Balai Pustaka Sunaryo Kartadinata. 2005. "Arah dan Tantangan BK Profesional Proposisi Historik-FuturistikTema Perspektif Baru Profesi Konseling di Era Global". Makalah FIP & PPS UPI.

Rekomendasipekerjaan bidang IT. 1. Software developer. Rekomendasi profesi bidang IT pertama adalah menjadi seorang software developer. Hampir semua perusahaan dan bisnis saat ini menggunakan software (perangkat lunak) untuk menunjang kegiatan bisnisnya. Contoh saja software absensi, komunikasi, pengelolaan karyawan, inventaris barang

Akuntan Dalam 5-10 tahun kedepan, seorang akuntan akan semakin dibutuhkan, karena pesatnya pertumbuhan bisnis dan perdagangan. Seperti yang kita tahu seorang akuntan sangat berperan penting dalam suatu perusahaan, mereka berfungsi seperti darah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Jika tubuh kekurangan darah tentunya akan mengalami lemas.
ea3wEci.