Penulis Arum Editor Musahadah - Ivan Rivky Kabira atau yang lebih dikenal sebagai pemeran Bos Edi Preman Pensiun 5 menceritakan perjalanan hidupnya di kehidupan nyata. Diceritakan Bos Edi, dirinya merupakan ketua sekaligus pendiri geng motor terbesar di Bandung yakni XTC. Saat itu, Bos Edi dan geng motornya dikenal meresahkan, mulai dari perang antar-geng bermotor serta kerusuhan yang pernah melibatkan XTC. "Kami berubah ke arah lebih baik. Kami ingin menghilangkan stigma negatif. Geng motor adalah masa lalu kami yang telah kami bubarkan zamannya Pak Moeldoko dulu," tutur Ivan Rivky Kabira di unggahan instagram-nya. Berbagai cara untuk mengubah stigma negatif pun ditempuh. Baca juga Pantas Salam Olahraga Preman Pensiun 5 Kurang Greget, Ternyata Kena Sensor, Kang Mus Bereaksi Sosok Asli Bang Edi Preman Pensiun 5 yang Dikisahkan akan Kuasai Pasar Instagram XTC memperketat tata tertib keanggotaan dan menjalin komunikasi dengan berbagai instansi, seperti polisi, TNI, termasuk pemerintah. Ivan mengaku organisasinya siap membantu semua program pemerintah, TNI, ataupun Polri. Sebagai ketua sekaligus pendiri XTC Ivan pun kini memberi contoh kepada para anggotanya untuk bisa berkarya positif seperti yang ia lakukan dengan terlibat di sinetron Preman Pensiun 5. Geng motor XTC Dikutip dari Wikipedia, XTC atau Exalt To Coitus adalah komunitas otomotif yang berdiri pada tahun 1982 oleh 7 orang pemuda Bandung. Belakangan nama itu diganti menjadi Exalt To Creativity dengan simbol kelompok berupa bendera berwarna paling atas putih-biru, muda-biru tua, tengahnya bergambar lebah. Pada awalnya XTC dibentuk sebagai identitas kelompok yang menggemari dunia otomotif. Lambat laun organisasi non-formal ini mendapat apresiasi dari kalangan muda, utamanya remaja Sekolah Menengah Pertama dan Atas.
MantanKepsek SMA N 13 Palembang [Istimewa] Kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan terdakwa mantan Kepsek SMAN 13 Palembang kembali berlanjut di PN Tipikor Palembang, Selasa (12/10/2021). Dalam dakwaan diketahui, dugaan penyelewengan dana BOS SMA Negeri 13 Palembang, dilakukan terdakwa diantaranya
Jakarta - Satu keluarga pemilik restoran di Bantarjati, Kota Bogor, terinfeksi COVID-19 dan sang ayah yang merupakan bos restoran meninggal. Keluarga ini pernah menggelar resepsi pernikahan di restoran tersebut."Kan gini, ini juga ternyata beberapa waktu lalu mereka 1 keluarga bos restoran mengadakan kegiatan ngunduh mantu. Kawinan, kawinan, ngunduh mantu. Di restoran itu saat melaksanakan ngunduh mantu," kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat dihubungi, Minggu 2/8/2020.Dedie mengungkapkan kegiatan resepsi pernikahan ini digelar sebelum ayah dinyatakan positif COVID-19. "Sebelum, sebelum acara digelar sebelum ayah dinyatakan positif COVID-19," lanjutnya. Dia mengatakan ada 17 orang yang diketahui pernah melakukan kontak erat dengan 1 keluarga ini. Dikarenakan ada acara ngunduh mantu, lanjutnya, Pemerintah Kota Pemkot Bogor akan melakukan tracing lagi."Iya, kita baru tau juga 1 keluarga ini menggelar resepsi. Makanya kita lagi coba ngelist lagi. Siapa lagi nih yang kira-kira berkontak erat dengan keluarga tersebut," menambahkan ada 8 orang dari keluarga ini yang terinfeksi COVID-19 ini. Keluarga ayah yang positif terinfeksi virus Corona menjalani perawatan di rumah sakit RS. Sebagian lainnya, ada juga yang melakukan isolasi mandiri di pegawai restoran, belum ada ayah yang terinfeksi virus Corona. Dia mengungkapkan sang ayah yang merupakan pemilik Rumah Makan Pondok Bahrein, di Jalan Pandawa Raya, Bogor Utara, meninggal dunia pagi tadi."Hari ini yang pemiliknya bos restoran meninggal. Iya hari ini tadi pagi ayah dari 1 keluarga di Bantarjati meninggal di RSUD Kota Bogor," ungkap pun mengatakan restoran ayah menjadi klaster penyebaran COVID-19 ditutup sementara selama 14 hari. Pemkot Bogor pun saat ini masih menunggu hasil swab test ke pegawai restoran tersebut."Sudah kita lakukan penyemprotan disinfektan, nah 2 hari yang lalu. Nanti paling kita akan lakukan lagi pengecekan, yang pasti restoran itu ditutup sampai 14 hari ke depan. Tetapi karena yang terjangkit ini cukup banyak, kita lihat perkembangan situasinya seperti apa," video 'WHO Efek Pandemi Corona Terasa Hingga Puluhan Tahun ke Depan'[GambasVideo 20detik] imk/imk
jq42.